IMATTU Kupang, Menuding Penanganan Kasus Penganiayaan Terhadap Eduardus Syarat Kepentingan

November 30, 2020 / pojoknus / Viewer : 26

POJOK NUSANTARA-Kupang,Organisasi Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang menilai Penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU) tidak serius menangani kasus penganiayaan terhadap Eduardus Fouk (17) warga Desa Kota Foun, Kecamatan Biboki Anleu.

Ketua Umum IMATTU Kupang, Antonius Uspupu kepada wartawan Sabtu (28/11/2020) menuding penanganan kasus penganiayaan terhadap korban Eduardus syarat kepentingan.

Sebab kasus salah tangkap yang berujung penganiayaan dan pengeroyokan melibatkan oknum anggota Polisi. Sehingga penyidik tidak berani proses hingga tuntas.

Menurutnya sudah diprediksi sejak awal kasus yang menimpa siswa pelajar SMA ini bakal tidak ditangani profesional.

Terbukti saat ini tidak lagi dilanjutkan karena polisi sudah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dengan alasan kurang bukti.

“Polisi menerbitkan SP3 alasannya kurang alat bukti. Ini sebuah pengangkangan proses hukum.

Bagaimana polisi yang salah tangkap dan aniaya lalu bilang kurang bukti,” ujar aktifis PMKRI Cabang Kupang ini.

Menurut Toni pangilan akrab Antonius, sudah diatur dalam Keputusan Bersama Mahkamah Agung, Menteri Kehakiman, Kejaksaan Agung, dan Kapolri No. 08/KMA/1984, No. M.02-KP.10.06 Tahun 1984, No. KEP-076/J.A/3/1984, No. Pol KEP/04/III/1984.

Tentang Peningkatan Koordinasi dalam Penanganan Perkara Pidana, (Mahkejapol) dan Peraturan Kapolri No. Pol. Skep/1205/IX/2000 tentang,
Pedoman Administrasi Penyidikan Tindak Pidana.

Di mana diatur bahwa bukti permulaan cukup merupakan alat bukti untuk menduga adanya suatu tindak pidana.

Dengan mensyaratkan minimal satu laporan polisi ditambah dengan satu alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP.

Menurut Toni berdasarkan Pasal 184 (1) KUHAP tersebut yang dimaksud dengan alat bukti adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa.

Padahal lanjut Toni polisi sudah mengantongi beberapa alat bukti baik keterangan saksi anak korban, saksi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saksi lainnya.

Keterangan para saksi dan korban sesuai satu dengan lainnya. Juga bukti visum, sesuai dengan Iuka pada korban. Ditambah barang bukti berupa kayu pikulan dan ranting kayu yang digunakan untuk memukul korban.

Toni menilai, kasus tersebut justru akan membuat masyarakat menilai Polisi, tebang pilih dalam penegakan hukum dan mengangkangi proses hukum.

“Sejumlah bukti itu apakah ini bukan bentuk kekerasan dan penaniayaan,” ujar Toni.

Ia berharap kasus terhadap masyarakat kecil diusut tuntas sehingga tidak ada lagi korban lain. Sebab bukan pertimbangan anggota Polisi sehingga kasusnya di SP3 karena alasan tidak cukup bukti.

Sebelumnya diberitakan, Eduardus Fouk (17) siswa kelas 1 SMA Negeri 2 Atambua melapor ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Senin (27/4/2020) malam.

Ia terpaksa mengadu karena menjadi korban salah tangkap. Dikeroyok hingga babak belur oleh 5 anggota Polsek Biboki Anleu, pada Minggu 26 April 2020 sekitar pukul 02.00 dini hari.

Akibat penganiayaan oknum anggota Polisi, korban mengalami trauma berat. Akibat pukulan beruntun di bagian rusuk kiri, kanan menggunakan popor pistol.

Todongan pistol berulang kali yang dilakukan oknum anggota polisi ke wajah korban tentu membuat takut dan trauma.

Korban Eduardus berdomisili di Dusun III, Desa Kota Foun, Kecamatan Biboki Anleu Kabupaten TTU.

KOrban sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Atambua. Korban dianiaya saat berlibur di kampung halamannya di Kota Foun akibat pandemi Covid-19. (Jo/PN))

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN UPAYA KODIM 1613/SUMBA BARAT BERSAMA JAJARAN DALAM CEGAH PENYEBARAN COVID-1

January 23, 2021

POJOK NUSANTARA- Waikabubak, Sosialisasi tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19, baik itu secara perorangan oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) maupun secara bersinergi bersama unsur terkait, […]

Kolaborasi Pulihkan Ekonomi DPSP, Kominfo Lanjutkan Tiga Program

January 23, 2021

POJOK NUSANTARA- Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berkoordinasi meningkatkan kolaborasi untuk pemulihan ekonomi di kawasan wisata, khususnya Destinasi […]

Wakil Walikota Kupang & Istri Positif Covid 19

January 22, 2021

POJOK NUSANTARA, Kupang, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji menyampaikan bahwa Wakil Walikota Kupang, dr Hermanus Man bersama istrinya, Elizabeth Rengka positif Covid-19. […]

Proses Selama 2 Tahun, Mutiara Ayako Sukses Jadi Lawyer

January 22, 2021

POJOK NUSANTARA- KUPANG, Proses tidak pernah menghianati hasil. Itulah pepatah yang selalu melekat dalam diri sosok seorang wanita hebat, Mutiara Ayako SH yang sukses menjadi […]

Danrem 161/Wira Sakti : Kita Harus Berperan Dalam Menghadapi Covid-19

January 21, 2021

POJOK NUSANTARA – Kupang, Setiap kita, jangan pernah bosan untuk selalu memberikan pengertian kepada anggota kita, keluarga kita, sama saudara dan lingkungan sekitar kita untuk […]

ads
ads
ads