FADMMAB : Geothermal Merupakan Pembangunan Berdampak Pada Lingkungan

May 31, 2021 / pojoknus
IMG-20210530-WA0065

Aktivis FDMMAB, Oan Putra

POJOK NUSANTARA – Labuan Bajo, Demi mengoptimalkan sumber energi panas bumi di Pulau Flores, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginisiasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal), salah satunya di kabupaten Manggarai Barat tepatnya di Desa Wae Sano Kecamatan Sano Nggoang. Namun hingga kini, proyek yang diwacanakan sejak tahun 2017 ini masih diwarnai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Penolakan kaitan dengan keberadaan proyek Geothermal ini datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai Barat (FADMMAB) Kota Kupang. Ketua FADMMAB Kota Kupang, Oan Putra menyatakan bahwa pertimbangan soal dampak lingkungan, sosial, dan budaya yang timbul merupakan dasar penolakan FADMMAB.

“Kita tentunya menyayangkan kehadiran proyek geothermal ditengah maraknya krisis multi aspek hari ini. Krisis air minum, SDM lemah, kemiskinan dan lain sebagainya yang masih melekat dengan masyarakat manggarai barat secara umum hingga kini belum teratasi, malah menghadirkan model pembangunan yang mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat manggarai barat, lebih khusus masyarakat desa wae sano. Pembangunan yang dicanangkan dekat dengan pemukiman ini jelas mengabaikan konsep pembangunan, baik itu secara lingkungan, sosial maupun budaya. Ini jelas kami tolak.” Tegasnya.

Sumber mata pencaharian utama masyarakat desa wae sano, kata dia, terancam dengan kehadiran proyek geothermal ini. “Sektor primer, seperti pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat desa wae sano terancam oleh karena kehadiran proyek ini. Bagaimana tidak, areal pembangunan geothermal ini berada diatas lahan produktif yang telah ditanami kopi, fanili, cengkeh, kakao, kemiri, pisang, mahoni, keladi, kelapa dan jenis komoditi lainnya yang menjadi sandaran utama sumber penghidupan masyarakat.” Tandasnya.

Pemda Mabar, lanjut Oan, seharusnya mendorong sektor pariwisata agar diberdayakan demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa Wae Sano. “Melihat potensi danau Sano Nggoang yang memiliki predikat sebagai danau vulkanik terbesar di NTT, seharusnya menjadi objek wisata prioritas pengelolaan sekaligus pemberdayaan dari Pemda Mabar demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa Wae Sano. Bukan malah membangun proyek geothermal yang secara langsung memberikan pengaruh buruk terhadap masyarakat Wae Sano.” Ujarnya.

Model pembangunan, kata dia, terlebih dahulu mestinya dipilah kaitan dengan dampak baik dan buruknya. “Pada dasarnya kita tidak menolak yang namanya pembangunan, karena sejatinya pembangunan untuk kemajuan dan kebaikan kita bersama. Namun kita perlu memilah, pembangunan yang berdampak baik dan buruk. Realita yang terjadi, substansi pembangunan proyek geothermal ini mengabaikan konsep pembangunan secara lingkungan, sosial dan budaya. Kalau proyek ini realisasikan, jelas ini berdampak buruk bagi keberadaan masyarakat wae sano.” Tutupnya(Tim/PM)

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

RS Panti Rapih Kelola Sampah Anorganik Bersama Rapel

June 21, 2021

RS Panti Rapih (RSPR) merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan tertua di Kota Yogyakarta. Dengan sekitar 1800 staf dan karyawan, berbagai aktifitas di dalam […]

Perkuat UMKM Lokal, Menteri Johnny: Kominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK

June 19, 2021

POJOK NUSANTARA – Labuan Bajo,Pemerintah melakukan pecepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendorong penguatan branding produk-produk artisan lokal melalui pemanfaatan berbagai platform digital, […]

Tasyakuran Mengawali Pembukaan Kantor & Showroom Rapel Solo

June 18, 2021

Tim Rapel Solo POJOK NUSANTARA – Solo, Pengguna aplikasi Rapel (Rapel.id) dan kolektor di wilayah Solo Raya hingga saat ini cukup banyak dan terus bertambah. […]

Menkominfo: Optimasi Ekonomi Digital, Pemerintah Fasilitasi & Ajak Kolaborasi Ekosistem

June 18, 2021

POJOK NUSANTARA – Jakarta, Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital secara menyeluruh untuk terwujudnya potensi nilai ekonomi di Indonesia yang lebih baik. Menteri Komunikasi dan […]

Pemuda Katolik Komcab Tegal Laksanakan MAPENTA & MUSKOMCAB

June 17, 2021

POJOK NUSANTARA – TEGAL, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Tegal, menggelar Masa penerimaan anggota (Mapenta) sekaligus Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) di Aula Karya Kasih, Gereja Hati […]

ads
ads
ads