Proses Hukum Kasus Benih Bawang Merah di Malaka Dilanjutkan

banner 160x600
banner 468x60

Laporan Kasus Bawang Merah Malaka Ke KPK Oleh Alfred B.

Proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka yang merugikan keuangan negara kurang lebih sebesar Rp 4, 9 milyar dilanjutkan.

Hal ini dikatakan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI), Alfred Baun ketika dihubungi wartawan via telpon selulernya, awal pekan ini.

Alfred mengatakan sudah bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, beberapa hari lalu untuk menindaklanjuti laporan ARAKSI. Sesuai konsultasi dengan pimpinan KPK, kata Alfred kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang dengan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Malaka Tahun 2018 kurang lebih sebesar Rp 9, 6 milyar tetap dilanjutkan.

Dijelaskan, kasus bawang Malaka tidak memiliki muatan kepentingan politik. Karena kasus ini sudah lama diproses hukum sejak tahun 2018. ARAKSI sudah mengadvokasi kasus ini sejak tahun 2018 tatkala ditangani penyidik Polres Belu (saat itu) dan diambilalih Polda NTT hingga di tangan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Dalam konsultasi dengan pimpinan KPK, lanjut Alfred kasus bawang Malaka yang sudah menyeret sembilan tersangka ke tahanan itu tetap dilanjutkan. "Proses hukumnya tetap berjalan dan bisa diambil KPK," lanjut Alfred optimis kasus ini segera dituntaskan. (PN)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Proses Hukum Kasus Benih Bawang Merah di Malaka Dilanjutkan"