Usulan Prioritas Indonesia di Sektor Pendidikan Didukung Negara G20

June 26, 2022 / pojoknus
IMG-20220627-WA0006

Jakarta, FMB9 – Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20, Iwan Syahril mengatakan Indonesia mengagendakan pembahasan tema “Solidarity Partnership dan The Future Work Post Covid-19” pada pertemuan ketiga Education Working Group G20.
“Nanti di pertemuan ketiga, kita spesifik fokus di solidarity partnership dan juga the future work post covid-19,” kata Iwan dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema “Pendidikan Berkualitas Hadapi Dunia Kerja Pasca Pandemi” pada Kamis, (23/6/22).

Pada pertemuan kedua sebelumnya, ungkap Iwan, Indonesia telah mendorong pembahasan seputar isu quality education dan digital teknologi. Iwan mengatakan, pada intinya, keempat isu yang diusung Indonesia mendapat apresiasi dan sambutan positif dari para delegasi negara anggota dan negara undangan khusus.

“Alhamdulillah 4 isu penting ini didukung oleh negara-negara anggota dan negara-negara undangan khusus, sehingga diskusi berjalan dengan baik,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, sejak covid-19 menjadi pandemi di semua negara, berbagai sektor mengalami hambatan dan tantangan. Salah satunya adalah sektor pendidikan yang mengubah pola pembelajaran menjadi secara daring.
Sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut, Indonesia selaku pemangku Presidensi G20 2022, menginisiasi Kelompok Kerja Pendidikan G20 yang dipimpin oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Forum yang terdiri dari negara-negara anggota G20, negara undangan khusus, organisasi internasional, serta Kelompok Pelibatan Bisnis dan Kepemudaan ini bertujuan untuk memperkuat sistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Pada pertemuan EdWG kedua, Kemendikbudristek membagikan terobosan Merdeka Belajar sebagai contoh praktik baik yang menjadi tonggak gotong royong transformasi pendidikan di Indonesia, sekaligus sebagai dasar agenda prioritas bidang pendidikan G20.

Lebih spesifik lagi, untuk mempersiapkan mahasiswa guna menghadapi dunia kerja nyata, Kemendikbudristek juga menerapkan terobosan Kampus Merdeka.
Terobosan Kampus Merdeka
Kampus Merdeka adalah program persiapan karir yang komprehensif guna mempersiapkan generasi terbaik Indonesia, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karir masa depan.
“Kampus merdeka yaitu merdeka belajar yang kedua. Dari awal Mas Menteri itu memiliki visi bahwa kita harus mendisrupsi perguruan tinggi. Kita melakukan unbundling higher education. Dimana belajar itu ga harus di kampus. Jadi belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja,” beber Iwan.
Dalam konsep kampus merdeka, Iwan menuturkan, mahasiswa diberikan kemerdekaan atau hak untuk mengambil 3 semester di luar program studinya, bahkan di luar kampus tempat ia menempuh pendidikan tinggi.
Antara lain yang dapat dilakukan mahasiswa tersebut, sebut Iwan, adalah dengan magang di perusahaan, social project, start up ataupun menjadi guru di kampus mengajar.

“Kampus mengajar adalah yang paling populer. Mereka bisa mengajar di daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan, daerah-daerah yang sulit. Nah golden fokusnya yakni di pendidikan dasar. Jadi ada SD dan SMP. Dan lagi fokus di literasi dan numerasi,” terang Iwan.
Iwan menambahkan, pihaknya meyakini dengan menggerakan para mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja, mereka akan dapat menguasai soft skill yang tak mungkin mereka dapatkan di ruang kuliah.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan presidensi G20 Indonesia 2022 merupakan sebuah momentum, khususnya di bidang pendidikan untuk menunjukan kepemimpinan Indonesia dalam memimpin dunia yang lebih tangguh untuk bisa pulih bersama-sama.
Iwan menyampaikan, semangat gotong royong yang diterapkan melalui kebijakan merdeka belajar, disambut baik oleh negara-negara G20.
Sehingga, gotong royong yang merupakan bentuk kearifan lokal Indonesia, ternyata memampukan melompat lebih cepat dan menjadi inspirasi bagi negara-negara global.

“Sehingga gotong royong pun jadi kerangka pemulihan pendidikan dalam forum pendidikan di G20. Semoga kita bisa sukses di G20,” tutupnya.
Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di kanal youtube FMB9ID_IKP. Nantikan update informasi akurat, data valid dengan narasumber terpercaya di FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook).

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

DPR RI Jacki Uly Minta Siapkan SDM Profesional Untuk Dukung Pariwisata NTT

July 3, 2022

Anggota Komisi III, DPR RI, Drs. Y. Jacki Uly., M.H saat membuka kegiatan Kupang– Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Jacki Uly […]

Jacki Uly : Fraksi NasDem DPR Setujui 4 Nama Calon Hakim Agung

July 1, 2022

Anggota Komisi III DPR RI, Drs. Y. Jacki Uly JAKARTA. Fraksi Partai NasDem DPR RI menyatakan menerima dan menyetujui nama calon Hakim Agung dan calon […]

Pengprov PTMSI Riau Turunkan 8 Atlet Ikut KejurNas Tenis Meja DiJogja

June 29, 2022

Pekanbaru-Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Oegroseno,SH akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja pada 1-6 […]

Solidaritas Adalah Asas Wawasan Membangun Persatuan Dan Kesatuan Indonesia

June 27, 2022

Opini – Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beribu- ribu pulau yang terbentuk atas beraneka ragam suku, budaya, ras dan agama. Dilihat dari letak […]

Usulan Prioritas Indonesia di Sektor Pendidikan Didukung Negara G20

June 26, 2022

Jakarta, FMB9 – Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20, Iwan Syahril mengatakan Indonesia mengagendakan pembahasan tema “Solidarity Partnership dan The Future Work Post Covid-19” pada pertemuan […]

ads
ads
ads