Lumbung Petani Malaka Kering Program RPM Dinilai Gagal

banner 160x600
banner 468x60

POJOK - NUSANTARA, Betun.Revolusi Program Pertanian(RPM) yang di cetuskan Bupati Incumbent Stef Bria Seran (SBS), selama kepemimpinan lima tahun ini menjadi sorotan warga.

Program ini dinilai gagal karena lumbung petani kering dan kantong petani kosong. Metode kerja dengan cara olah lahan gratis dinilai tidak efektif.

Hal ini disampaikan koordinator Diaspora Kupang, Herman Seran saat kampanye paslon Simon Nahak – Kim Taolin paket SN-KT di Desa Fatuaruin, Kecamatan Sasitamean,Kamis(8/10/2020).

Menurut Herman, tidak ada petani sukses yang kebunnya luas dan tidak ada lumbung yang penuh dengan hasil panen jagung.

Itulah sebabnya, keberhasilan RPM tidak diketahui hasilnya karena balik tanah gratis itu bukan menunjukkan keberhasilan program RPM.

Menurut Herman, keberhasilan RPM tidak berpatokan pada olah lahan gratis tetapi pertanian moderen itu harus memperhatikan seluruh mata rantainya.

Mulai dari produsen hingga persedian pasar atau pembeli. Jika kinerja sudah terukur tentunya baru bisa bicara kesejahteraan. Dan bukan klaim keberhasilan tanpa adanya pemasaran.

“Jadi nama RPM itu baik tapi isinya kosong karena lumbung kosong dan kantong petani kosong. Padahal anggaran puluhan miliaran untuk RPM,” tandasnya.

Menurut Herman dipemerintahan baru tentunya merancang pertanian modern yang komferhensif. Mulai dari pendekatan kultur yang tepat dan melakukan pemetaan wilayah sesuai potensi produksi yang nantinya dikembangkan.

Sehingga Herman mengajak masyarakat untuk bergabung mendukung paslon nomor 1 paket SN-KT. Masyarakat satukan tekad memilih paket ini. Dua sosok pemimpin yang membangun dengan hati nurani tentunya melihat Malaka secara utuh tanpa ada sekat.

Sebab kata Herman, mau untuk perubahan Malaka dukungan pilihan yang tepat hanya untuk paket SNKT. Pembangunan Malaka akan jauh lebih baik dan setara dengan daerah lain yang sudah maju.

“Saya ajak masyarakat yang masih ragu ragu, mari kita bergabung mendukung pemerintahan yang baru paslon SN-KT. Karena Bupati dan Wakil Bupati yang baru tentunya membawa perubahan lebih baik untuk Malaka,” tandas aktifis pejuang HAM ini.

Hadir dalam kampanye itu, kelompok Diaspora Kupang di antaranya Herman Seran, Leonardus Nahak dan Petrus Tey Seran.

Dalam kanpanye itu selain menyoroti program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang tidak berhasil, juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang belum nampak karena banyak jalan berlubang dan jalan tanah. Selain itu sasaran pembangunan tidak adil dan merata untuk semua pelosok kampung di Malaka. (PN)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Lumbung Petani Malaka Kering Program RPM Dinilai Gagal"