Solidaritas Adalah Asas Wawasan Membangun Persatuan Dan Kesatuan Indonesia

June 27, 2022 / pojoknus
IMG_20220627_161701

Opini – Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beribu- ribu pulau yang terbentuk atas beraneka ragam suku, budaya, ras dan agama. Dilihat dari letak geografis, pulau- pulau tersebut terpisah satu sama lain oleh perairan. Kenyataan seperti ini tidak mudah baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat Indonesia sendiri untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan sebagai satu tanah air yaitu Indonesia. Dibutuhkan kerja keras dan kerjasama antar seluruh elemen kemasyarakatan sehingga jiwa dan semangat tersebut tetap terjaga. Sejak dan bahkan sebelum kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah bersatu memperjuangkan satu tujuan yang sama yaitu membentuk suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Sebagai warga negara kita berbangga atas apa yang kita miliki saat ini yakni bangsa dan negara yang aman, rukun dan damai. Karena itu kita pun diituntut untuk wajib memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menghayati dan mengamalkan wawasan nusantara dalam kehidupan bersama. Dengan penghayatan dan pengamalan wawasan nusantara, rasa nasionalisme menjadi kuat dan sikap patriotisme pun bertumbuh sehingga kesadaran masyarakat lebih berorientasi pada kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Wawasan nusantara secara etimologis berasal dari kata “wawas” (bahasa Jawa) berarti melihat atau memandang. Secara harafiah wawasan: cara pandang atau cara melihat. Sedangkan nusantara berasal dari kata nusa (pulau atau kesatuan kepulauan) dan antara (di antara, diapit oleh atau berada di tengah- tengah). Nusantara merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau- pulau yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua Samudra (Hindia dan Fasifik). Dengan demikian pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang adalah tujuan nasional bangsa (TAP MPR 1999). Tujuan nasional ini memiliki jiwa kekeluargaan dan persaudaraan yang mengandung semangat toleransi dan kepedulian terhadap sesama bangsa Indonesia. Jadi hakekat bangsa Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri wawasan nusantara.
Dalam pembentukannya wawasan nusantara terdiri dari beberapa asas yang menjadi pedoman bagi setiap warga untuk wajib dipatuhi dan dijaga demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa atas kesepakatan bersama. Dan jika asas wawasan nusantara diabaikan maka komponen pembentuk kesepatakan bersama akan melanggar kesepatakan tersebut dengan demikian tercerai- berailah bangsa dan negara Indonesia. Salah satu asas wawasan nusantara tersebut adalah asas solidaritas.
Solidaritas adalah rasa kebersamaan suatu kelompok yang melibatkan kesetiakawanan untuk mencapai tujuan yang sama (KBBI). Menurut Emile Durkheim solidaritas adalah keadaan saling percaya antar anggota kelompok atau komunitas. Sedangkan Soerjono Soekanto berpendapat bahwa solidaritas adalah kohesi yang ada antara anggota suatu asosiasi, kelompok, kelas sosial, kasta, dan antar berbagai individu dan kelompok maupun kelas- kelas yang membentuk masyarakat dengan bagian- bagiannya. Ada banyak ahli berpendapat mengenai solidaritas dengan berbagai pengungkapan yang berbeda namun merujuk pada satu pengertian yang inti dan pokok yaitu sikap kesetiakawanan, serasa, senasib dan lain- lain. Solidaritas dibagi dalam dua tipe yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organis. Menurut seorang Emile Durkheim masyarakat dalam solidaritas mekanis merupakan suatu masyarakat yang satu dan padu karena semua orang adalah generalis. Solidaritas mekanik diperkuat oleh disiplin suatu komunitas berdasarkan moral dan sosial. Solidaritas mekanik menjadi dasar kohesi sosial di mana tingkat perorangan sangatlah rendah. Solidaritas ini lahir karena adanya kesamaan- kesamaan dalam masyarakat. Sedangkan masyarakat dalam solidaritas organis didasarkan atas pembagian kerja dalam masyarakat. Solidaritas ini lahir karena adanya perbedaan- perbedaan yang ada dalam masyarakat.
Dalam konsep wawasan nusantara asas solidaritas memiliki arti bahwa seluruh warga negara dapat saling berempati dan bersimpati dalam rangka menjaga kesatuan dan persatuan negara kesatuan Republik Indonesia. Artinya asas solidaritas merujuk pada sikap kepedulian terhadap orang lain tanpa membeda- bedakan suku, budaya, ras dan agama. Kesetiakawanan atau sikap solidaritas itu menjadi tonggak utama dalam menciptakan persatuan bangsa. Asas solidaritas dapat diimplementasikan melalui beragam cara yang dapat membagun persatuan itu yakni melalui tindakan, kata- kata, ide- ide atau gagasan- gagasan baik , sikap terbuka menerima segala perbedaan yang ada dalam masyarakat, menjadikan hukum di Indonesia sebagai pedoman dalam hidup sehari- hari, melestarikan budaya lokal yang ada sebagai wujud solidaritas dan persatuan sendiri juga merupakan bentuk solidaritas yang menjadi payung bagi setiap warga negara Indonesia. Dengan demikian memperkokoh persatuan merupakan tujuan dari asas solidaritas wawasan nusantara.
Namun yang menjadi tantangan dalam mengembangkan asas Solidaritas wawasan Nusantara di era revolusi industry 4.0 ini adalah perkembangan teknologi yang sudah menjadi suatu perkembangan global. Secara fundamental teknologi telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat yang mengakibatkan perubahan pola pikir manusia, hidup dan relasi antara satu dengan yang lain. Ada banyak tawaran baik yang telah disumbangkan oleh teknologi di era revolusi industry 4.0 diantaranya memberi kemudahan yang dapat membantu memperlancar segala macam urusan baik di bidang Pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Boleh dikatakan bahwa perkembangan teknologi yang pesat ini di lain pihak menguntungkan dunia namun di lain pihak membawa juga dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan bermasyarakat. Nilai- nilai hidup bergeser baik moral, sosial, budaya, agama, dan lain- lain. Sikap hidup seperti kesetiakawanan, tolenransi, gotong royong dan sebagainya yang adalah wujud asas solidaritas yang harus dan perlu dijalani dalam hidup bermayarakat pun bergeser.
Hal ini menjadi tantangan yang serius dan harus ditanggapi dengan sikap tegas. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan seperti ini dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mempunyai daya saing tinggi. Dunia pendidikan mempunyai peran yang besar dalam hal ini terutama dengan mengarahkan peserta didik pada komunikasi- komunikasi yang bermakna dan berguna, mampu membaca tanda- tanda zaman dan mempunyai kapasitas yang tinggi untuk membedakan apa yang baik dan benar. Selain itu dapat juga dibukakan program studi – program studi di Perguruan tinggi yang dapat membantu generasi muda untuk dapat melihat dengan cerdas dan teliti serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi moderen seperti program studi teknik informasi, program studi sistem informasi dan lain- lain atau dapat menjadikan ilmu- ilmu seperti itu sebagai sebuah matakuliah wajib yang bisa dipelajarioleh setiap mahasiswa . Menjadi suatu kebanggaan dan harapan yang besar bangsa bagi universitas- universitas yang sudah memiliki program studi seperti itu dan menjadi suatu undangan bagi universitas- universitas lain yang belum memilikinya.

Oleh: Sr. Maria Roswita Boe
MAHASISWA UNWIRA-FAKULTAS FILSAFAT

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

DPR RI Jacki Uly Minta Siapkan SDM Profesional Untuk Dukung Pariwisata NTT

July 3, 2022

Anggota Komisi III, DPR RI, Drs. Y. Jacki Uly., M.H saat membuka kegiatan Kupang– Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Jacki Uly […]

Jacki Uly : Fraksi NasDem DPR Setujui 4 Nama Calon Hakim Agung

July 1, 2022

Anggota Komisi III DPR RI, Drs. Y. Jacki Uly JAKARTA. Fraksi Partai NasDem DPR RI menyatakan menerima dan menyetujui nama calon Hakim Agung dan calon […]

Pengprov PTMSI Riau Turunkan 8 Atlet Ikut KejurNas Tenis Meja DiJogja

June 29, 2022

Pekanbaru-Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Oegroseno,SH akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja pada 1-6 […]

Solidaritas Adalah Asas Wawasan Membangun Persatuan Dan Kesatuan Indonesia

June 27, 2022

Opini – Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beribu- ribu pulau yang terbentuk atas beraneka ragam suku, budaya, ras dan agama. Dilihat dari letak […]

Usulan Prioritas Indonesia di Sektor Pendidikan Didukung Negara G20

June 26, 2022

Jakarta, FMB9 – Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20, Iwan Syahril mengatakan Indonesia mengagendakan pembahasan tema “Solidarity Partnership dan The Future Work Post Covid-19” pada pertemuan […]

ads
ads
ads