Indonesia terima Tahap Awal Indikasi Alokasi Vaksin Multilateral

January 31, 2021 / pojoknus
01-24-45-gedung pancasila kemlu

POJOK NUSANTARA, Jakarta, Pada Sabtu, 30 Januari 2021, Indonesia telah menerima konfirmasi mengenai indikasi alokasi tahap awal vaksin multilateral, yaitu dari mekanisme Covax Facility. Sesuai dengan surat dari GAVI, di tahap awal, Indonesia akan menerima 13,7-23,1 juta dosis vaksin Astra Zeneca yang akan dikirim melalui 2 tahap, yaitu: kuartal I, sebanyak 25-35%, dan kuartal II sebanyak 65-75% dari alokasi awal tersebut.

Distribusi vaksin akan dilakukan setelah vaksin AZ mendapatkan WHO EUL (Emergency Use Listing), telah mendapatkan validasi dari kelompok Independent Allocation of Vaccines Task Force (AIVG) dan ketersediaan suplai dari manufaktur sesuai dengan perkiraan awal.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukan koordinasi dengan Menteri Kesehatan, guna menindaklanjuti beberapa hal yang harus dilakukan Indonesia sebagai persiapan pengiriman vaksin.

Diperlukan kesiapan domestik penerimaan vaksin multilateral, a.l. kesiapan regulasi (penerbitan Emergency Use Authorization), aturan identifikasi, jalur distribusi dan rencana vaksinasi nasional.

Secara paralel, juga dilakukan penyampaian berbagai kelengkapan administrasi kepada Sekretariat GAVI sesuai tenggat waktu yang diperlukan.

Pada tanggal 30 Januari 2021, Menlu Retno juga telah melakukan pembicaraan dengan CEO GAVI, Seth Berkley, membahas berbagai isu vaksin multilateral, termasuk kekhawatiran berkembangnya vaksin nasionalisme. Jika hal ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan berdampak pada upaya dunia melakukan kerjasama melalui jalur multilateralisme.

Isu alokasi vaksin ini juga dibahas dalam pertemuan COVAX-AMC Engagement Group yang dipimpin oleh Ketua Bersama, yaitu Menlu RI, Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada pada 27 Januari 2021.

Proses panjang diperolehnya vaksin multilateral melalui Covax Facilities ini dimulai sejak penyampaian joint letter Menlu dan Menkes kepada CEO GAVI, yang berupa Expression of interest/EoI bergabungnya indonesia didalam Covax AMC92. EoI secara langsung disampaikan pada kunjungan Menlu dan MenBUMN ke Jenewa, Oktober 2020.

Proses ini terus dikawal melalui kerja sama dan kolaborasi berbagai instansi di Indonesia yaitu Kemkes, Kemen BUMN; Kemkeu, BPOM dan Kemlu.

Diplomasi Indonesia akan terus memastikan berbagai komitmen pasokan vaksin baik dari jalur bilateral dan multilateral untuk mendukung kelancaran proses vaksinasi nasional. (KEMENTERIAN LUAR NEGERI-Kemlu.go.id)

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Jacki Uly Dukung Pemerintah Tangani Masalah Stunting Di Kupang

December 28, 2022

Ket : Penyerahan Simbolis Bantuan Makanan Tambahan Dari Anggota Komisi III DPR RI, Bapak Drs. Jacki Uly Kepada Orang Tua Balita, Bersama Ibu Sofi, Wakil […]

Raty Lengari Resmi Pimpin JMK3

December 9, 2022

Foto Pelantikan Pengurus JMK3 Periode 2022-2023 Kupang, Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3) melangsungkan pelantikan pengurus baru periode 2022/2023 pada Rabu, 7 Desember 2022 di […]

Gelar Diskusi Panel,FPMI Ajak Ratusan Anak Muda Bahas UU TPKS

November 26, 2022

Virtual, Dalam rangka memperingati 16 hari aktivisme melawan kekerasan berbasis gender, Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) menggelar diskusi panel secara virtual yang bertemakan “Kolaborasi Multi […]

Resmikan Irigasi, Jacki Uly Disambut Hangat Masyarakat Desa Baumata

November 26, 2022

Anggota DPR RI, Drs.Jacki Uly.,M.H foto bersama masyarakat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Serta Petani Desa Baumata Oelamasi, Anggota DPR RI, Drs. Jacki Uly., M.H […]

Jacki Uly Minta Masyarakat Kota Kupang Pegang Teguh Empat Pilar Kebangsaan

November 24, 2022

Kupang, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kembali dilaksanakan oleh Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem, Drs. Y. Jacki Uly M.H pada hari Kamis, 03 November 2022. […]

ads
ads
ads