Posko Satu Hati NTT Salurkan Donasi Di Pulau Terluar Sikka dan Lembata

May 27, 2021 / pojoknus
IMG-20210523-WA0058

POJOK NUSANTARA-Maumere, Manche Kota selaku Koordinator PIC Flores sekaligus Pembina Panitia Satu Hati Untuk NTT – Jakarta menuturkan Tim Posko Bersama Satu Hati Untuk NTT-Jakarta kembali salurkan donasi berupa air bersih, sembako dan pakain layak pakai kepada korban bencana seroja di kabupaten Lembata dan Pulau Sukun di Kabupaten Sikka yang merupakan salah satu pulau terluar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur

“Pulau Sukun adalah salah satu pulau terluar dari Kabupaten Sikka yang terdampak bencana seroja NTT. Pulau Sukun dihuni 315 kepala keluarga dengan jumlah penduduknya kurang lebih 1200 orang,” kata Manche kepada awak media di Jakarta, Minggu (23/05/2021)

Proses distribusi Donasi Posko Bersama Satu Hati Untuk NTT-Jakarta ke pulau Sukun difasilitasi oleh Kolonel Dwi Yoga yang merupakan Danlanal Maumere. Selain Mance, terlihat juga rombongan panitia Satu Hati Untuk NTT – Jakarta yaitu Mistica dan Ibu Taty

“Proses distribusi Donasi ini dikawal atau difasilitasi langsung Kolonel Dwi Yoga serta rombongan Panitia Satu Hati Untuk NTT – Jakarta yaitu Mistica dan Ibu Taty,” ucap Mance yang juga merupakan Ketua Umum Aliansi Timur Indonesia

Donasi dari Tim Satu Hati Untuk NTT-Jakarta disalurkan kepada warga yang terdampak bencana siklon tropis seroja di Lembata merupakan donasi tahap kedua yang difokuskan pada warga yang bertahan di kebun-kebun atau ditenda pengungsian.

Menurut Mance, Pemerintah Kabupaten Lembata sudah memulangkan pengungsi kerumah warga yang tidak terdampak tetapi pengungsi hanya bertahan 2 sampai 3 hari dan memilih bertahan di kebun (posko mandiri), alasan warga tidak pulang karena situasi mistik (banyak gangguan dari yang sudah meninggal), dan Gunung Ile Ape masih terus keluarkan asap dan semburan api.

“Pengungsi hanya bertahan selama 2 atau 3 hari saja hingga memilih bertahan di kebun (posko Mandiri). Alasannya ada banyak gangguan dari keluarga yang meninggal selain itu Gunung Ile Ape masih mengeluarkan semburan api dan asap,” terang Mance

Selanjutnya, Mance secara langsung berdialog dengan warga pengungsi di desa Waisesa Kabupaten Lembata terkait dampak bencana seroja yang dirasakan dan juga bantuan dari pihak lain.
yang tinggal dalam gubuk sangat sederhana dan ditempati oleh 2 sampai 4 kepala keluarga, warga menyampaikan permohonan agar dibangun fasilitasi MCK dan penerangan sambil menunggu pembangunan hunian tetap oleh kementrian PUPR yang ditargetkan selesai bulan September 2021 permintaan lain adalah dari anak-anak agar mereka dapat diberikan buku dan perlengkapan sekolah. Di Pulau Sukun masyarakat berharap pemerintah segera membangun jaringan internet dan fasilitas penerangan

“Manche yang juga Direktur Yayasan Bantuan Hukum Mahajaya dan Wakil Komandan Menwa Jayakarta berharap, agar permintaan masyarakat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat (dalam hal ini kementrian terkait), karena seperti pulau Sukun yang merupakan pulau terluar dari Propinsi NTT menjadi strategis dalam menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia serta selain membuka keterisolasian warga,” Imbuh Mance

Sementara itu, Fridrik (Fritz) Makanlehi selaku Sekretaris Panitia Satu Hati Untuk NTT-Jakarta berharap adanya campur tangan pemerintah setempat, Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat untuk melakukan pembangunan kembali fasilitas umum yang hancur

“Kami berharap, pemerintah setempat, Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat segera melakukan menjawab aspirasi rakyat yang disampaikan oleh Kaka Mance,” harap Fritz

Selain itu, Fritz mengucap terima kasih kepada Mance bersama rombongan yang telah mendistribusi donasi di Flores

“Saya mewakili Panitia lain mengucap terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Paguyuban Istri-istri Alumni AKABRI’92 atau Gerakan Peduli Kasih Binroh Kristiani Telkom Group Jakarta yang telah mempercayakan dan memberikan uang tunai kepada Panitia serta saya juga mengucap terima kasih kepada Kaka Mance selaku Pembina sekaligus Koordinator PIC Flores, Pak Kolonel Dwi Yoga, Mistica dan Ibu Taty yang sudah merelakan waktunya untuk mendistribusikan donasi berupa sembako, pakaian layak pakai, air minum dan lainnya ke warga Lembata yang terdampak bencana siklon tropis seroja NTT,” ucap Fritz.(Frits/PN)

art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

RS Panti Rapih Kelola Sampah Anorganik Bersama Rapel

June 21, 2021

RS Panti Rapih (RSPR) merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan tertua di Kota Yogyakarta. Dengan sekitar 1800 staf dan karyawan, berbagai aktifitas di dalam […]

Perkuat UMKM Lokal, Menteri Johnny: Kominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK

June 19, 2021

POJOK NUSANTARA – Labuan Bajo,Pemerintah melakukan pecepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendorong penguatan branding produk-produk artisan lokal melalui pemanfaatan berbagai platform digital, […]

Tasyakuran Mengawali Pembukaan Kantor & Showroom Rapel Solo

June 18, 2021

Tim Rapel Solo POJOK NUSANTARA – Solo, Pengguna aplikasi Rapel (Rapel.id) dan kolektor di wilayah Solo Raya hingga saat ini cukup banyak dan terus bertambah. […]

Menkominfo: Optimasi Ekonomi Digital, Pemerintah Fasilitasi & Ajak Kolaborasi Ekosistem

June 18, 2021

POJOK NUSANTARA – Jakarta, Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital secara menyeluruh untuk terwujudnya potensi nilai ekonomi di Indonesia yang lebih baik. Menteri Komunikasi dan […]

Pemuda Katolik Komcab Tegal Laksanakan MAPENTA & MUSKOMCAB

June 17, 2021

POJOK NUSANTARA – TEGAL, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Tegal, menggelar Masa penerimaan anggota (Mapenta) sekaligus Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) di Aula Karya Kasih, Gereja Hati […]

ads
ads
ads