Menkominfo Dorong BUMDes Hingga Koperasi Adopsi Teknologi Digital

July 3, 2021 / pojoknus
17-18-20-IMF dan BAKTI

POJOK NUSANTARA – Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, langkah nyata pemerintah dalam melakukan percepatan transformasi digital salah satunya untuk meningkatkan perekonomian nasional. Menurutnya, hal itu bertumpu pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), ultra mikro dan koperasi yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Transformasi digital pada sektor BUMDes, usaha mikro kecil, menengah, ultra mikro, dan tentunya koperasi yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam Webinar Era Baru Transformasi Digital: Pengembangan Konektivitas Desa (BUMDes) dan UMKM, dari Rumah Dinas Menkominfo, Jakarta, Rabu (30/06/2021)

Menurut Menkominfo, baik BUMDes, UMKM, ultra mikro dan koperasi saat ini mencatatkan kontribusi 61% dari total produk domestik bruto (PDB) nasional. Meskipun saat ini, masih 21% dari empat sektor tersebut yang melakukan digital on boarding.

“Jumlah ini masih cukup jauh di bawah rata-rata digitalisasi UMKM dan Ultra mikro ASEAN yang pada kisaran 34%. Di saat yang sama, 60% UMKM ultra mikro di Australia telah memiliki digital presence atau sudah hadir digital on board, dan 54% UMKM Malaysia telah mengadopsi teknologi digital,” jelasnya.

Kedepannya, pemerintah terus mendorong agar transformasi digital mampu menghasilkan 50% atau sekitar 30 juta dari 64 juta UMKM untuk on boarding ke sektor digital. Demikian juga dengan mengajak serta ekosistem BUMDes dan koperasi.

Potensi Ekonomi Digital

Menteri Johnny menjelaskan bahwa agenda akselerasi transformasi digital dilakukan demi mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia. Pada tahun 2020, valuasi ekonomi digital nasional tercatat sebesar 44 miliar USD, nilai tersebut berkontribusi 40% dari total valuasi ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Jadi valuation digital ekonomi Indonesia begitu besar pengaruhnya atau mengambil bagian dari digital ekonomi negara-negara di Asia Tenggara,” ujarnya.

Di dalam negeri, lanjut Menteri Johnny, ekonomi digital baru berkontribusi sekitar 4% pada PDB. Nilai tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan beberapa negara lain. “Misalnya di Malaysia, ekonomi digital di Malaysia berkontribusi 19% pada PDB negara Malaysia, sementara Tiongkok porsi 36% digital ekonomi berkontribusi pada total PDB Tiongkok,” jelasnya.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pemerintah bekerja keras untuk mentargetkan sektor digital menyumbang 18% dari total PDB Indonesia pada tahun 2030 nanti.

“Untuk itu, kita mempunyai pekerjaan rumah besar untuk memastikan bahwa digital ekonomi kita atau sektor digital menjadi salah satu fondasi kuat penyumbang PDB Indonesia,” paparnya.

Menurut Menkominfo, pandemi Covid-19 telah mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi digital secara masif dan intensif pada berbagai sektor. Sehingga pemerintah melalui Kementerian Kominfo, secara intensif memanfaatkan momentum ini untuk mendorong adopsi teknologi digital di sektor UMKM, Ultra mikro, BUMDes dan koperasi bersama dengan kementerian/lembaga terkait lainnya.

“Jika Indonesia dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki UMKM, ultra mikro, BUMDes, dan koperasi di sektor digital, Indonesia diproyeksikan mampu mencapai valuasi ekonomi digital sekitar 124 miliar USD pada tahun 2025 dengan pertumbuhan sekitar 23% per tahun atau setiap tahunnya,” tandasnya.

Menteri Johnny menegaskan bahwa dalam upaya memprioritaskan percepatan transformasi digital nasional sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Kominfo fokus menyelesaikan empat sektor penting.

“Yang pertama pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di seluruh tanah air kita untuk memperkecil digital devide, yang kedua penguatan talenta digital sumber daya manusia digital, yang ketiga integrasi pusat data nasional, dan keempat peta jalan untuk sektor-sektor prioritas, termasuk tentunya sektor perdagangan, perekonomian, dan industri,” imbuhnya.

Dalam webinar tersebut, turut hadir Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo; Anang Latif, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian PPDT; Eko Sri Haryanto, Kepala Desa Detusoko Barat yang juga Dirut BUMDes Au Wula; Ferdinandus Watu, serta Ketua Unit Usaha Internet BUMDes Maju Bersama Desa Sejiram; Bambang Iswanto.(Jo/PN)

Posted in ,
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Fritz Makanlehi Resmi Dilantik Jadi Sekjen DPP GARPU NasDem

September 19, 2021

Pose Bersama Pengurus DPP GARPU POJOK NUSANTARA – Jakarta, Pria asal Alor, Fridrik (Fritz) Makanlehi resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) […]

Rapel.id & Pemuda Katholik Komda Banten Gagas Kerja Sama Terkait Bank Sampah PETRA Di Tangerang Selatan

September 18, 2021

Tim Rapel Bersama PK Komda Banten POJOK NUSANTARA – Karawaci, Serangkaian persiapan dan sejumlah pertemuan terus dilakukan dalam rangka mematangkan rencana kerjasama Rapel dengan Bank […]

5 Aplikasi Edit Video Bagi Youtuber Pemula

September 17, 2021

POJOK NUSANTARA Opini, 5 aplikasi edit vidio untuk youtuber pemula. Caranyaa mudah, hanya dengan mengunduh aplikasinya secara gratis di Play Store. Lewat aplikasi edit video […]

Anis Tinal Terpilih Sebagai Ketua Umum FOKMAP-NTT

September 14, 2021

POJOK NUSANTARA – Kupang, Forum komunikasi Mahasiswa Papua Nusa Tenggara Timur. Usai Mengadakan Pelantikan Badan pengurus baru periode 2021-2023, Sekaligus Ibadah Syukuran. Dalam Musyawarah Besar […]

7 Tips Menjadi YouTuber Sukses

September 14, 2021

POJOK NUSANTARA – Opini,Salah satu platform digital yang saat ini digemari oleh banyak kalangan baik muda maupun tua adalah youtube.jika di tanya pada anak anak […]

ads
ads
ads