Amppera Desak Polda NTT segera Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Awololong

January 16, 2021 / pojoknus
Ammpera Kupang Bersama Pihak Polda NTT Pada 30 November 2020 Yang Lalu

POJOK NUSANTARA, Kupang.Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat Lembata (Amppera – Kupang) mendesak Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT untuk segera memeriksa dan menahan kedua tersangka kasus dugaan korupsi Awololong yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial SS dan kontraktor pelaksana berinisial AYTL.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Umum Amppera Kupang, Emanuel Boli di Kota Kupang, Jumad, (15/01/2021). Sebab, berdasarkan isi press release Polda NTT tentang penetapan tersangka kasus Awololong, rencananya, awal bulan Januari kedua tersangka akan diperiksa. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Amppera, kedua tersangka belum diperiksa dan ditahan.

“Kedua tersangka harus segera ditahan agar tidak menimbulkan polemik dan tuduhan miring publik terhadap Polda NTT, ” kata Eman Boli.

Sementara aktivis Amppera, Obeth Lewotobi berharap penyidik secepatnya melakukan penahanan terhadap para tersangka agar proses pemeriksaan harus segera dilakukan.

” Kami meminta penyidik untuk melakukan penyitaan terhadap barang-barang yang berkaitan langsung dengan tindak pidana ini salah satunya seperti jeti dan kolam renang apung yang berada di lokasi Ex Harnus,” katanya.

Lewotobi menyebutkan, mengingat sekarang sudah memasuki pertengahan bulan Januari 2021, Polda NTT seharusnya sudah melakukan pemeriksaan tersangka sesuai rencana yang tertulis dalam press release penetepan tersangka,” tambahnya.

Praktisi hukum, Akhmad Bumi, SH menjelaskan, kalau sudah ditetapkan tersangka maka penyidik segera memeriksa yang bersangkutan sebagai tersangka. Untuk kepentingan kelancaran penyidikan maka dapat dilakukan penahanan sesuai KUHAP.

” Kita pertanyakan alasan apa belum dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka kepada mereka yang sudah ditetapkan menjadi tersangka? Atau telah diperiksa tetapi tidak dipublish ke media?,” tanya Bumi.

Bumi meminta Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif, SH., Hum untuk mengevaluasi proses hukum atas kasus Awololong Lembata ini yang sedang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda NTT dan dapat memberi penjelasan ke publik,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Damasus Lodolaleng mengatakan, Polda NTT jangan bertele-tele kalau bisa secepat mungkin. Segera tahan sesuai undang-undang yang berlaku, Ujarnya

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Desa Siru Gelar Musrembangdes

February 23, 2021

Situasi Musrembangdes POJOK NUSANTARA-Labuan Bank,Pemerintah Desa Siru, Kec. Lembor, Kab. Manggarai Barat, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), untuk tahun rencana 2022.(08/02/2022). Camat Lembor, yang […]

GMIT Klasis Sabu Timur Himbau Warga Sabu Jaga Ketertiban & Kondusifitas Hingga Pelantikan Bupati Nanti

February 20, 2021

POJOK NUSANTARA-Sabu, Gereja Mahsei Injili di Timor (GMIT) mengajak masyarakat Sabu Raijua agar selalu menjaga kemananan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) pasca pelaksanaan pemilihan Bupati dan […]

Pendistribusian 1000 Sembako Presiden RI Kepada Masyarakat Disekitar Waduk NAPUN GETE

February 20, 2021

POJOK NUSANTARA- Maumere,Bertempat di Lapangan Makodim 1603/Sikka Jln. Jend. Ahmad Yani Kel. Waioti Kec. Alok Timur Kab. Sikka, telah dilangsungkanya apel persiapan pembagian bantuan presiden […]

Kodim 1613/SB Membagikan Bantuan Sembako Presiden RI

February 19, 2021

Pembagian Sembako Dimasyarakat POJOK NUSANTARA-Waikabubak, Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Czi Irawan Agung Wibowo,S.T,M.Tr(Han) bersama Polres Sumba Barat beserta Ketua dan Pengurus Persit Koorcab XVIII Kodim […]

Danrem 161/Wira Sakti ikuti Rapim TNI Tahun 2021

February 19, 2021

POJOK NUSANTARA- Kupang,Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2021 secara virtual, Selasa (16/02/2021) di Ruang Rapat Mako […]

ads
ads
ads