Kukis China Nona Ki’ik

February 12, 2021 / pojoknus
IMG-20210212-WA0127

Penulis : Gregorius Nafanu (NTT Consulting)

POJOK NUSANTARA, Opini, Pengalaman masa kecil sungguh indah jika dikenang lagi di usia seperti saat ini. Tulisan ini, menceritakan kembali pengalaman beberapa puluh tahun lalu, saat saya masih berusia 6-12 tahun. Di kampung saya, salah satu pelosok di Nusa Tenggara Timur, hanya ada satu keluarga keturunan Tionghoa. Keluarga ini sudah lama menetap di sini. Oleh orang-orang kampung, mereka dipanggil dengan nama Na’i bagi yang laki-laki dan Nona bagi yang perempuan. Beberapa nama yang sangat familiar antara lain Na’i Keu, Na’i Kun, Na’i Nyuk, Na’i Lun dan Nona Ki’ik.

Waktu itu, Nona Ki’ik sudah nenek-nenek dan memiliki cucu, tetapi masyarakat biasa memanggilnya dengan sebutan Nona. Sedangkan kami anak-anak, biasa memanggil dengan sebutan Abo, yaitu nenek. Di mata kami waktu itu, Nona Ki’ik adalah perempuan yang hanya baik bagi kami pada saat tahun baru China. Selain itu, Nona Ki’ik alias Abo selalu marah sama kami jika kami berkunjung ke rumahnya. Tidak boleh memegang barang-barangnya, apalagi memetik belimbing manisnya yang biasa kami sebut ‘karambola’. Di kampung kami saat itu, satu-satunya keluarga yang memiliki pohon belimbing manis adalah keluarga keturunan Tionghoa ini.

Oh, ya kita kembali ke cerita Nona Ki’ik dan Kue Chinanya. Pada tahun baru china, biasanya Abo mengirimkan kue-kue khas china yang semuanya serba merah ke rumah. Kami menyebutnya KUKIS CHINA. Keluarga kami masih memiliki hubungan kekeluargaan karena adik dari ibu saya nikah dengan salah satu anak lelaki dari Abo, yaitu Na’i Keu. Jadi wajar saja, jika Abo menyuruh salah satu cucunya mengantarkan kue-kue china ke rumah. Dan sudah pasti, kami biasa rebutan untuk mendapatkan yang terbaik menurut kami. Malam harinya, jika orang tua kami pergi mengucapkan selamat maka kami suka rebutan untuk ikut dalam rombongan sebab di sana tersedia berbagai jenis makanan yang dapat dinikmati sampai puas, ketimbang menikmati kiriman yang jumlahnya terbatas.

Kue china yang sangat disukai waktu itu, adalah kue keranjang yang biasanya kami boleh ambil lalu bermain-main di dekat pohon karambola atau menonton angsa yang dikurung dekat pohon karambola. Satu lagi, saat bersalaman dengan Abo, satu amplop merah bertuliskan orang tionghoa biasanya disisipkan di tangan kami yang mencium tangan Abo (belakangan saya baru tahu kalau itu namanya angpao). Angapao yang kami dapat, saya masih ingat dengan jelas adalah uang kertas seratus ribu berwarna merah dan masih baru. Biasanya uang tersebut kami simpan untuk kami pamerkan kepada kawan main.

Abo alias Nona Ki’ik sudah lama meninggal. Dan keluarga Tionghoa ini bertahan di desa hingga tahun 2000 saja. Kini mereka berpindah domisili. Ada yang tinggal di ibukota kabupaten, ada yang di ibukota kecamatan. Hingga kini, hubungan kami dengan anak-anak turunan tionghoa ini sangat akrab, seperti saudara kandung. mata mereka memang sipit, tapi hati mereka tidak sempit. Mereka sungguh menyayangi kami yang memiliki kulit gelap dan rambut keriting ini.

Gong Xi Fa Cai, Selamat merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga Tahun Kerbau ini membuat kita semakin bekerja keras untuk mencapai kemakmuran yang lebih besar. Juga berdoa, kiranya pandemi covid-19 dilalap habis oleh sang kerbau yang rajin memakan rerumputan.

Posted in
art1

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Anis Tinal Terpilih Sebagai Ketua Umum FOKMAP-NTT

September 14, 2021

POJOK NUSANTARA – Kupang, Forum komunikasi Mahasiswa Papua Nusa Tenggara Timur. Usai Mengadakan Pelantikan Badan pengurus baru periode 2021-2023, Sekaligus Ibadah Syukuran. Dalam Musyawarah Besar […]

7 Tips Menjadi YouTuber Sukses

September 14, 2021

POJOK NUSANTARA – Opini,Salah satu platform digital yang saat ini digemari oleh banyak kalangan baik muda maupun tua adalah youtube.jika di tanya pada anak anak […]

Kolaborasi Digital Leader, Menkominfo: Kepemimpinan Digital Kunci Transformasi

September 13, 2021

POJOK NUSANTARA – Jakarta, Era disrupsi ditandai dengan pesatnya perkembangan digitalisasi yang memunculkan beragam inovasi dan perubahan besar secara fundamental mengubah sistem tatanan dan lanskap […]

Rapel Semarang Lakukan Tindak Lanjut PHBS Di Tambak Mulyo

September 10, 2021

POJOK NUSANTARA – Semarang, Sebagai tindak lanjut program peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tambak Mulyo, tim Rapel (Rapel.id) Semarang yang dipimpin Fitri […]

Jadi Katalis Transformasi Digital, Menteri Johnny: Pemerintah Prioritaskan 10 Sektor

September 9, 2021

Siaran Pers No. 322/HM/KOMINFO/09/2021 Rabu, 8 September 2021 Tentang POJOK NUSANTARA – Jakarta, Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo mengenai agenda percepatan transformasi digital nasional, Kementerian […]

ads
ads
ads